Beranda Berita KAMIS, 4 NOVEMBER 2021,KPU KABUPATEN WAY KANAN MELAKSANAKAN LAUNCHING DESA PEDULI PEMILU...

KAMIS, 4 NOVEMBER 2021,KPU KABUPATEN WAY KANAN MELAKSANAKAN LAUNCHING DESA PEDULI PEMILU DAN PEMILIHAN (DP3) DI KAMPUNG BUKIT GEMURUH KECAMATAN WAY TUBA.

45
0

Blambangan Umpu _ KPU Kabupaten Way Kanan melaksanakan Launching Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan  (DP3) sekaligus Sosialisasi di Kampung Bukit Gemuruh Kecamatan Way Tuba Kamis (4/11).

Ketua KPU Way Kanan Refki Dharmawan yang hadir didampingi Anggota KPU Tri Sudarto, Doan Endedi, Noprisyah Harianto dan I Gede Klipz Darmaja mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) ini merupakan duplikasi kegiatan KPU RI melalui KPU Propinsi Se-Indonesia, namun dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Way Kanan.

Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) berupa kegiatan pembentukan kader demokrasi yang selanjutnya akan diberikan materi dan pemahaman tentang azas demokrasi, partisipasi politik, bahaya politik uang dan bahaya kampanye SARA.

Kegiatan ini melibatkan 25 peserta dari unsur tokoh masyarakat yang ada di kampung bukit gemuruh, pemuda-pemudi, tokoh perempuan, Peserta diutamakan yang aktif pada kegiatan kemasyarakatan misalnya Karangtaruna, Kader Posyandu, Penggerak PKK, maupun mantan anggota badan adhoc.

Acara dibuka secara daring oleh Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami, dan Anggota KPU Antoniyus Cahyalana, turut hadir dalam sosialisasi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3).

dalam kegiatan tersebut melibatkan 3 narasumber Anggota Bawaslu Way Kanan Nurhayati sebagai pemateri I, Kepala Kesbangpol Way Kanan Pardi Pemateri II, dan Kadiv Parmas dan Sosdiklih sebagai Pemateri III,Camat Way Tuba Irwansyah, Kapolsek, Danramil serta tokoh masyarakat kampung Bukit Gemuruh. Terpilihnya Kampung Bukit Gemuruh sebagai sasaran sosialisasi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) didasari beberapa indikator yang dipandang memerlukan dorongan berbagai pihak terkait tingkat partisipasi saat Pilkada 2020 yang lalu.

dalam sambutan nya Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami mengatakan,  bahwa Kegiatan DP3 sangat penting dilaksanakan, untuk membangun kesadaran politik masyarakat. Lebih dari itu diharapkan partisipasi pemilih dapat meningkat baik kualitas maupun kuantitas.

Ketua Parmas dan Sosdiklik KPU Provinsi lampung memberikan pengarahan Kepada peserta atau kader DP3,beliau berharap kepada peserta DP3 yang ikut bimtek pada hari ini, setelah selesai acara dapat ikut serta mensosialisasikan program DP3 kepada masyarakat yang ada di bukit gemuruh.karena sukses nya pemilu  berkaitan erat dengan partisipasi pemilih.


Anggota Bawaslu Kabupaten Way Kanan sebagai pemateri I menyampaikan,Materi “Pendidikan Pencegahan Politik Uang” dampak politik uang melecehkan kecerdasan masyarakat dan merusak demokrasi dalam pemilihan selain itu politik uang itu salah satu bentuk pembodohan terhadap rakyat, masyarkat jangan mudah tergiur oleh janji paslon dengan memberikan sejumlah uang, Bersikap kritis, Memiliki sikap kritis itu perlu, terutama dalam hidup sehari-hari, teruama dalam dunia politik. Jangan mudah percaya oleh janji-janji, apalagi jika sudah menggunkan politik uang. Jika untuk bisa memimpin saja sudah menggunakan uang sebagai senjata, apalagi nanti jika sudah berkuasa.

Kesbangpol Kabupaten Way Kanan Pardi,S.H ,menyampaikan,beberapa potensi permasalahan dalam pemilu, dibidang Hankam sering kalli terjadi gesekan antar pendukung calon yang berpotensi menumbulkan konflik.

Kadiv Sosdiklik dan Parmas KPU Kabupaten Way Kanan Tri Sudarto menyampaikan  demokrasi, partisipasi politik berpengaruh terhadap legitimasi masyarakat terhadap jalannya suatu pemerintahan. Dalam suatu Pemilu misalnya partisipasi politik berpengaruh terhadap legitimasi masyarakat kepada pasangan calon yang terpilih. Setiap masyarakat memiliki preferensi dan kepentingan masing-masing untuk menentukan pilihan mereka dalam pemilu. Peserta melakukan Tanya jawab dan diskusi kepada pemateri.

akhirnya kegiatan di tutup dengan slongan desa peduli pemilu dan pemilihan secara bersama
“dari desa untuk demokrasi,dari desa untuk Indonesia”