Beranda Berita 15 hari Coklit, 25 Kampung sudah 100%

15 hari Coklit, 25 Kampung sudah 100%

43
0

Sejak masa pencoklitan dimulai tanggal 15 Juli 2020 yang lalu, PPDP terus mengebut pencoklitan data pemilih di wilayahnya masing-masing. Hingga hari ini (29/7) atau hari ke-lima belas, PPDP di 25 Kampung bahkan telah menyelesaikan coklit 100% pemilih di Kampung nya. Hal ini disampaikan Refki Dharmawan didampingi Kordiv Program dan Data I Gede Klipz di kantor KPU Way Kanan.
Kampung yang telah coklit 100% tersebut terdiri dari Bahuga 7 Kampung, Pakuan Ratu 5 Kampung, Buay Bahuga 3 Kampung, Way Tuba 1 Kampung, Kasui 1 Kampung dan Gunung Labuhan 8 Kampung. Secara total untuk Kabupaten Way Kanan telah tercoklit 44,21% dari 339.525 data pemilih.
Dikatakan Refki, saat ini PPDP sudah mulai menyetorkan laporan hasil coklit yang akan diinput oleh PPS dalam Lembar Kerja PPS. Nantinya LKPPS ini menjadi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP) yang akan ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS) oleh KPU pada tanggal 5-14 September 2020.
Sebanyak 339.525 pemilih Way Kanan dicoklit 991 petugas pemutakhiran data pemilih di 991 TPS mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020. Untuk Blambangan umpu 25.333 pemilih, Negeri Agung 27.727, Bahuga 8.233, Way Tuba 17.800, Bumi Agung 19.651, Buay Bahuga 15.582, Pakuan Ratu 30.240, Negara Batin 26.151, Negeri Besar 17.234, Baradatu 31.488, Gunung Labuhan 22.964, Banjit 33.297, Kasui 23.267, Rebang Tangkas 17.613 dan Umpu Semenguk 22.945 pemilih.
Harapan KPU masyarakat pro-aktif mengecek data pemilih melalui PPDP maupun melalui laman http://lindungihakpilihmu.kpu.go.id yang bisa diakses melalui smartphone. Jangan sampai saat masa pemutakhiran kita abai, lalu saat sudah H-1 tidak terdaftar dalam DPT dan tidak memperoleh pemeberitahuan C6. Namun demikian warga yang tidak memperoleh C6 sepanjang sudah masuk DPT atau memiliki KTP elektronik tetap dapat memilih di Kampung sesuai domisilinya.

Refki menambahkan, PPDP yg sudah 100% bukan berarti pekerjaan selesai, tapi memnfaatkna waktu yg tersisa berkordinasi dengan aparat kampung untuk bersama meng-kroscek kembali data pemilih yg sudah tercoklit.