Beranda Berita KPU Way Kanan Gelar Debat Publik Calon Bupati

KPU Way Kanan Gelar Debat Publik Calon Bupati

211
0

BLAMBANGAN UMPU, Kpu-waykanan.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Waykanan menggelar debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Waykanan, di gedung serbaguna setempat, Kamis (29/10).

Ketua KPU Way Kanan Iskardo P. Panggar dalam sambutannya berharap agar para calon bupati dapat menyampaikan visi dan misinya secara rinci dan spesifik, sehingga masyarakat dapat mengetahuinya, kemudian dari visi dan misinya akan dilakukan penajaman dalam segmen tahapan debat kandidat ini.

Selanjutnya Iskardo menyampaikan bahwa Tema debat Tahap I ini adalah “Harmonisasi Pembangunan Daerah Kabupaten Way Kanan dengan Propinsi dan Nasional dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Kesejahteraan Masyarakat untukk Kemajuan Daerah”.

Debat calon bupati Way Kanan dipimpin moderator Dery Hendryan, SIP., SH., MH. Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung. Debat publik atau debat terbuka dilaksanakan mulai pukul 09.30 WIB.

Debat publik tahap pertama ini dikhususkan untuk calon bupati, yakni Calon Bupati nomor urut 1 Bustami Zainudin dan calon bupati nomor urut 2 Raden Adipati Surya.

Masing – masing Calon didampingi Wakil Bupati dan penghubung pasangan calon dan Tim Pemenangan masing-masing sebanyak 50 orang. Hadir dalam acara tersebut KPU Propinsi Lampung, Panwaslu dan Forkompimda Kabupaten Way Kanan.

Debat kandidat calon bupati ini dibagi menjadi empat sesi, dimana sesi pertama penyampaian visi dan misi calon, sesi kedua mendalami materi visi dan misi calon, di sesi ketiga adalah untuk saling bertanya antar calon kemudian di sesi terakhir (ke empat) adalah sesi pertanyaan penutup.

Dari seluruh sesi debat, moderator memberikan waktu selama 90 menit.

Dalam debat tersebut ada 2 persoalan yang dipertanyakan oleh masing-masing bakal calon.

Raden Adipati Surya paslon nomor 2 dalam debat tersebut mempertanyakan optimalisasi pemerataan pembangunan yang timpang antar kecamatan dan konektivitas antara pembangunan melalui kabupaten, provinsi dan pusat serta inovasi dalam meningkatkatkan kesehatan rakyat.

Menjawab pertanyaan tersebut Bustami menyatakan perlunya optimalisasi penggunaan ADD sesuai peruntukan dan kebutuhan rakyat. Sementara menjawab persoalan kesehatan lebih penting adanya edukasi pentingnya menjaga kesehatan daripada mengobati.

Sementara Bustami dalam debat mempertanyakan bagaimana jika Raden Adipati terpilih terkait cara peningkatan PAD dan persoalan PNS yang suka pindah ke luar daerah Way Kanan.

Menanggapi masalah meningkatkan PAD, Adipati mengatakan selain menggali dana-dana dari pusat tentunya menggali pada misalnya melalui peningkatan sektor PBB. Persoalan PNS yang seringkali meminta pindah, Adipati mengatakan bahwa seorang PNS/ASN telah disumpah untuk siap ditempatkan dimanapun, jadi bila ada PNS yang meminta pindah dari Way Kanan, tidak usah tanda tangani pengajuan surat pindah tersebut, sehingga PNS tersebut tetap bertugas meski berada di ujung Way Kanan.