Beranda Berita Donor Darah dan Deklarasi Antigolput Warnai Sumpah Pemuda Waykanan

Donor Darah dan Deklarasi Antigolput Warnai Sumpah Pemuda Waykanan

132
0

12177730_10204507803049919_444066935_n 12179071_10204507798369802_732188045_n 12182080_10204507802889915_380809585_n

BLAMBANGAN UMPU, Kpu-waykanan.go.id – Bakti sosial donor darah dan deklarasi antigolput pada Pilkada serentak 9 Desember 2015 digelar dalam mengisi peringatan Ke-87 Hari Sumpah Pemuda di kabupaten Waykanan. Gerakan ini diinisiasi pemuda waykanan yang terdiri atas  KPU, Panwaslu, GP Ansor, Alumni BPUN, PMI, dan Gusdurian Lampung.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Gedung Dekranasda atau depan rumah dinas Bupati Waykanan pada Rabu (28/10).

“Kegiatan donor darah adalah kerja yang sesuai dengan kenyataan, bukan sekedar seremoni apalagi wacana yang melahirkan fantasi mengingat persediaan darah di Lampung memang belum memadai. Artinya, donor darah benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat membutuhkan sewaktu-waktu,” ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto.

Setelah atau sebelum mendonorkan darah, para pedonor bisa memberikan testimoni kecil bahwa sebagai masyarakat Waykanan akan menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2015.

“Setiap orang sepatutnya mendeklarasikan dirinya untuk menggunakan hak pilihnya. Pernyataan antigolput itu nantinya direkam dan selanjutnya diunggah ke Youtube,” ujar Gatot.

Ketua KPU Waykanan Iskardo P Panggar, SH. MH didampingi Refki Dharmawan pokja data pemilih menegaskan, pihaknya fokus sosialisasi antigolput, antipolitik uang, dan intimidasi. Menurutnya, selain komisioner sejumlah relawan demokrasi juga dikerahkan untuk kegiatan kemanusiaan dan deklarasi antigolput itu.

Mantan ketua KNPI Way Kanan tersebut menambahkan bahwa Bakti sosial donor darah adalah kegiatan kemanusiaan positif untuk membantu sesama. Hal itu ialah contoh konkret dari sabda Nabi Muhammad SAW, Khairunnas anfa’uhum linnas yang berarti sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lain.

Menurutnya, Sumpah Pemuda ialah sarana untuk introspeksi sekaligus proyeksi terhadap agenda kebangsaan masa depan. Sesuai tema diusung dalam kegiatan tersebut, ‘Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman’,” ujar Iskardo

Sementara itu Refki Dharmawan yang juga wakil ketua GP Ansor Way Kanan itu berharap hasil donor darah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyaraakat yang membutuhkan.

“Semoga agenda kegiatan donor darah seperti ini kedepan bisa di selenggarakan secara rutin. Terlebih, saat ini lampung masih membutuhkan banyak pasokan darah untuk kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(sebagian dikutip dari NU Online)