Beranda Berita KPU Way Kanan Gelar Debat Pamungkas

KPU Way Kanan Gelar Debat Pamungkas

143
0

BLAMBANGAN UMPU, Kpu-waykanan.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Way Kanan, kembali melaksanakan debat pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati tahap III, sebagai agenda debat public terakhir dalam tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015.

Debat yang berlangsung di gedung serbaguna pemda Way Kanan, Kamis, (19/11) tersebut dimoderatori oleh Dr. Budiono, SH.MH ( Akademisi Universitas Lampung) yang mengangkat tema Kontribusi daerah dalam memperkokoh NKRI dan Kebangsaan Indonesia yang demokratis dan berlandaskan Negara Hukum, debat disiarkan langsung melalui RRI Way Kanan melalui 103,6 Fm dan siaran tunda televisi lokal Radar Tv Lampung pada besok malam (Jumat Malam Sabtu Pukul 19.30 WIB).

Debat yang berlangsung hangat dengan aura kompetisi yang ketat itu dihadiri oleh Pejabat Bupati Way Kanan Albar Hasan Tanjung, Ketua Panwaslu, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Way Kanan

Iskardo P Panggar, SH, MH Ketua KPU Way Kanan dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan debat public paslon ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat sejauh mana program dan visi-misi setiap paslon, jika nantinya menjadi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, harapannya debat ini menjadi salah satu indicator masyarakat dalam menentukan pilihannya nanti pada 9 desember mendatang.

Debat publik menghadirkan pasangan nomor urut 1 Bustami – Adinata dan pasangan nomor urut 2 Adipati – Edward yang juga membawa masing-masing 50 orang pendukung.

Pasangan Nomor urut 1 mengemukakan visinya, yaitu terwujudnya masyarakat Way Kanan yang sejahtera, mandiri, maju, berbudaya dan berkepribadian religius berlandaskan gotong royong.

Sedangkan Pasangan nomor urut 2 memiliki visi yakni Way Kanan maju dan berdaya saing 2021 dengan masyarakat yang mampu memanfaatkan keunggulan dan kemajuan secara baik dan mampu menciptakan keunggulan secara sehat baik lokal, regional maupun internasional

Dalam sesi debat, Pasangan no 1 menegaskan bahwa budaya harus dilestarikan, tanpa adat budaya, masyarakat akan kehilangan identitas diri dalam suatu komunitas sosial, sebab adat budaya merupakan bagian dari kehidupan manusia. Keberadaannya perlu terus dibina, dilestarikan dan dikembangkan karena didalamnya terkandung nilai sejarah dan pesan moral bagi seluruh masyarakat termasuk generasi muda.

Kemudian Pasangan no 2 memberikan gagasan untuk menjaga ke bhinekaan yang berlandaskan pancasila, pemerintah harus merevitalisasi kembali pendidikan P4 yang dulu pernah ada, pendidikan P4 perlu digalakkan kembali dengan memasukkan P4 ke dalam kurikulum sekolah-sekolah.

Para kandidat ini kemudian terlibat tanya jawab yang cukup alot, terkait konsep kedisiplinan ASN, budaya masyarakat, dan kearifan lokal dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi. Semua pendapat calon mengarah pada pengembangan dan kesejahteraan, meski dengan berbagai konsep dan solusi yang beragam.

Untuk pengamanan debat calon kepala daerah sendiri Polres setempat mengerahkan 200 orang personel yang disebar di sekitar gedung berlangsungnya debat.