Beranda Berita Tingkatkan Kualitas Demokrasi, KPU Lampung Gelar Bimtek Tungsura

Tingkatkan Kualitas Demokrasi, KPU Lampung Gelar Bimtek Tungsura

155
0

12065808_1025086007512047_1653097485852361008_n 12065943_1025085957512052_1526736712349600292_n

BANDAR LAMPUNG, Kpu-waykanan.go.id – Dalam rangka terus memperbaiki kualitas hasil pesta demokrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menggelar acara bimbingan teknik tata cara pemungutan, perhitungan, rekapitulasi dan penetapan hasil pemilukada 2015, Jumat (6/11/2015) di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung.

Refki Dharmawan komisioner KPU Way Kanan mengatakan bahwa bimtek tersebut di isi oleh pemateri dari komisioner KPU Provinsi Lampung dan diikuti oleh ketua/anggota dan sekretaris KPU 8 kab/kota yang melaksanakan pemilihan kepala daerah.

Bimtek ini sangat penting, agar jajaran penyelenggara pemilukada 2015, dapat menyamakan persepsi dalam memperbaiki hasil pemilu dengan penyempurnaan proses penyelenggarannya, yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu dari tingkat pusat, hingga daerah, baik yang tetap maupun badan penyelenggara ad hoc (PPK, PPS, KPPS). Ujarnya

Sementara itu Erwan Bustami pokja penghitungan suara memaparkan ada hal-hal baru dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, mulai dari persiapan yang diawali dari penyampaian formulir C6 kepada pemilih dan pengumuman/pemberitahuan tempat dan waktu pemungutan suara.

Ada tujuh hal baru dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pada penyelenggaraan pilkada 2015. Pertama jumlah pemilih paling banyak 800 orang tiap tps, kedua adanya formulir c7 yakni daftar hadir pemilih, ketiga terdapat pengawas di masing-masing TPS, keempat adanya pencatatan pengguna hak pilih disabilitas di formulir C1, kelima kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) wajib mengembalikan formulir C6 yang tidak terdistribusi kepada pps, keenam terdapat perubahan tugas kpps terutama pengadministrasian pengguna hak pilih, dan hal baru ketujuh adanya hasil penghitungan suara disampaikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melalui panitia pemungutan suara (PPS) pada hari itu juga artinya pada hari pemungutan dan penghitungan suara.

Dalam hal langkah-langkah penghitungan suara terutama untuk  menentukan sah atau tidak sahnya surat suara, dan mengisi formulir model C, model C1 dan lampiran model C1, karena ini semata-mata untuk melindungi dan mengamankan suara pemilih yang telah memberikan suaranya ke TPS.

“ini perlu diperhatikan agar tidak ada suara pemilih itu hilang padahal dia sudah niat sekali untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilukada. misalnya dalam hal surat suara itu tercoblos lebih dari satu kali, kalau masih terdapat dalam satu kolom pasangan calon, ya kita lihat dan pastikan bahwa maksud dari pemilih itu adalah ya memilih pasangan calon itu, jadi ini adalah sah,” tegasnya.