Beranda Berita Bahas Program Pendidikan Pemilih Cerdas, KPU Way Kanan Gelar Rapat Kordinasi

Bahas Program Pendidikan Pemilih Cerdas, KPU Way Kanan Gelar Rapat Kordinasi

91
0

 

BLAMBANGAN UMPU, Kpuwaykanan.go.id – Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD)Way Kanan menggelar rapat koordinasi pokja sosialisasi tingkat PPK se-way kanan di Aula KPU setempat, Selasa (23/9),

Dalam rapat kordinasi pokja sosialisasi tersebut diselingi kegiatan diskusi antar-PPK dengan bahasan meliputi berapa target partisipasi, strategi mencapainya, kelompok sasaran, metode dan media yang digunakan.

Komisioner KPU Way Kanan Pokja Sosialisasi Erwan Bustami, SH,. MH menjelaskan bahwa Kegiatan tersebut dimaksudkan agar PPK dapat bersama mensukseskan dan meningkatkan partisipasi pemilih.

“Rapat koordinasi ini untuk menyusun target partisipasi di setiap kelurahan hingga kecamatan. Juga untuk menyusun rencana strategis sosialisasi serta pendidikan pemilih, dengan tagline pemilih cerdas memilih pemimpin yang berkualitas ” Ungkapnya

Dalam rapat kordinasi tersebut disepakati bahwa target partisipasi pemilih sebesar 80 % dengan beragam metode sosialisasi diantaranya meliputi tatap muka langsung dengan masyarakat, bisa dalam kegiatan jama’ah pengajian, blusukan kepasar, sekolah hingga sosialisasi di media massa.

Alhamdulilah kami juga sudah mengukuhkan 15 orang relawan demokrasi yang akan membantu sosialisasi dan dalam waktu dekat KPU Way kanan juga akan melakukan kegiatan go to kampus serta di akhir bulan november nanti direncanakan kita akan menggelar jalan sehat dan panggung demokrasi. ujarnya

Selain itu, KPU juga berharap adanya partisipasi seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi dan partai politik pengusung untuk mengajak calon pemilih agar menyalurkan hak suaranya pada pilkada 9 Desember 2015 mendatang.

Menurutnya, tanpa kerjasama tersebut maka upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih kurang maksimal. Menyukseskan pemilu tidak hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu (KPU) semata, tetapi kewajiban semua elemen, termasuk didalamnya masyarakat dan peserta pilkada itu sendiri.

Ia mengatakan partisipasi pemilih sangat penting, Rendahnya tingkat partisipasi pemilih dapat berdampak buruk terhadap para pasangan calon dan partai politik itu sendiri.

Salah satu bukti suksesnya pemilu yakni tingginya tingkat partisipasi masyarakat (pemilih) untuk datang dan memberikan hak pilihnya ke tempat pemungutan suara (TPS).

Terkait dengan daftar pemilih, pimpinan Panwaslu Way Kanan tahun 2005 dan 2008 tersebut menambahkan bahwa ada regulasi yang mengatur jika pemilih tidak terdata di DPT, misalnya jika ada seorang warga, tidak terdata dalam daftar pemilih sementara (DPS), maka bisa mengurus untuk dimasukkan ke dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Jika terlewat di dalam DPT, maka ada daftar tambahan yang disebut DPTB1. Jika kembali lolos, masyarakat bisa dimasukkan ke dalam daftar tambahan DPTB2.

“Intinya masyarakat boleh memilih, Sepanjang dia merupakan warga Indonesia, sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah, memiliki identitas kependudukan, tetapi tidak mengalami gangguan kejiwaan, namun jangan dijadikan regulasi ini membuat masyarakat bersikap acuh”, pungkasnya.